Sebanyak 67 kitab kuno berumur ratusan tahun koleksi Masjid Agung
Solo, Jawa Tengah, dalam kondisi tidak terawat. Takmir masjid mengaku
tidak bisa merawat benda bersejarah itu karena kesulitan biaya.
Padahal, tidak sedikit di antara koleksi kitab kuno itu yang bernilai
tinggi. Antara lain, Al Quran yang ditulis tangan yang dibuat sekitar
tahun 1800-an, kitab berisi kumpulan hadis, dan kitab Ihya Ulumuddin
yang menggunakan huruf Arab gundul.
“Kami tidak memiliki biaya untuk merawatnya,” kata Sekretaris Takmir Masjid Agung Solo Abdul Basyid,.
Kitab-kitab kuno tersebut saat ini hanya ditumpuk begitu saja di
dalam sebuah lemari kaca yang ditempatkan di ruang perpustakaan masjid.
Menurut Basyid, hal itu sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan
sebelumnya. “Dulu, kitab-kitab itu hanya diletakkan di lantai di dalam
masjid,” katanya.
Basyid menyadari, tanpa perlakuan yang tepat lama-kelamaan
kitab-kitab kuno tersebut akan rusak,mengingat usianya rata-rata sudah
sangat tua.
Dahulu, ujar Basyid, pernah salah satu perguruan tinggi di Solo yang
menawarkan kerja sama untuk merawat kitab-kitab warisan para pendiri
Masjid Agung. Tetapi, ternyata biaya yang harus dikeluarkan untuk itu
sangat tinggi. Akibatnya, rencana kerja sama itu pun kandas.
Rabu, 15 Februari 2012
Sabtu, 11 Februari 2012
makna cinta
meski sudah kau palangi gerbangmu
dan pintumu pun kau kunci
ia menyelinap kedalam mimpimu
lewat lubang galian pencuri*
pada saat mentari terbenam, awan berarak bagai bendera
aku pun mulai merenung:
apa pula makna mencintai seseorang yang di luar raih tanganku ini**
dan pintumu pun kau kunci
ia menyelinap kedalam mimpimu
lewat lubang galian pencuri*
pada saat mentari terbenam, awan berarak bagai bendera
aku pun mulai merenung:
apa pula makna mencintai seseorang yang di luar raih tanganku ini**
Jumat, 10 Februari 2012
janji cinta yang ta pernah padam
indah
mata yang indah,,
indah bagai pelangi yang berwarna-warni
berpensar di dedaunan musim gugur, keemasan,,
yang jatuh seperti hujan di air dalam,,
berwarna gelap....
pakaian yang melindungi jalan dan semangat berbatu...
dari sebuah kata kuno yang jauh,,,,
sebuah batu dan dinding nyata di dinding kebencian, yang kelam,,,
kebencian yang lahir dari ketakutan,,
ketakutan yang lahir dari pengetahuan,,
bahwa semangat juga akan membusuk dibawah beban
daging yang bernoda
semua mengitari dinding
untuk menyembunyikan kemarahan tanpa pertolongan..
kepengecutan berlumur dosa..
dan yang tau bertambah malu
semua mengitari dinding
yang semuanya harus menang
bergerombol di luar cahaya
bergerombol diluar kehidupan
dalam kemuraman abadi..
jiwa itu sakit dalam duka cita
karena dinding dimana-mana
hanya menerawang kabut
keraguan, luka dan kesedihan
lembut dengan pengetahuan
dan..
lembut mengetahui dan memahami
mengulurkan kekuatan..
menjaga hati dari kehancuran..
mata indah
indah, mata yang indah...
mata yang indah,,
indah bagai pelangi yang berwarna-warni
berpensar di dedaunan musim gugur, keemasan,,
yang jatuh seperti hujan di air dalam,,
berwarna gelap....
pakaian yang melindungi jalan dan semangat berbatu...
dari sebuah kata kuno yang jauh,,,,
sebuah batu dan dinding nyata di dinding kebencian, yang kelam,,,
kebencian yang lahir dari ketakutan,,
ketakutan yang lahir dari pengetahuan,,
bahwa semangat juga akan membusuk dibawah beban
daging yang bernoda
semua mengitari dinding
untuk menyembunyikan kemarahan tanpa pertolongan..
kepengecutan berlumur dosa..
dan yang tau bertambah malu
semua mengitari dinding
yang semuanya harus menang
bergerombol di luar cahaya
bergerombol diluar kehidupan
dalam kemuraman abadi..
jiwa itu sakit dalam duka cita
karena dinding dimana-mana
hanya menerawang kabut
keraguan, luka dan kesedihan
lembut dengan pengetahuan
dan..
lembut mengetahui dan memahami
mengulurkan kekuatan..
menjaga hati dari kehancuran..
mata indah
indah, mata yang indah...
siang ini..
saat semua pergi aQ ingin merasakan sebuah kebahagyaan,,
dalam hidup kebhagyaan yang ada di dalam hati..
dalam hidup kebhagyaan meski tanpa sebuah ketulusan..
sungguh sebenarnya aQ ingin sekali mencarimu
wahai ketulusan...
tp haruskah kearah mana aQ mencarimu,,?
sudah memakai kompas agar aQ ta kehilangan arah..
tp..masih aja kau sembunyi di balik hangatnya bulu-bulu kelinci,,..
saat semua pergi aQ ingin merasakan sebuah kebahagyaan,,
dalam hidup kebhagyaan yang ada di dalam hati..
dalam hidup kebhagyaan meski tanpa sebuah ketulusan..
sungguh sebenarnya aQ ingin sekali mencarimu
wahai ketulusan...
tp haruskah kearah mana aQ mencarimu,,?
sudah memakai kompas agar aQ ta kehilangan arah..
tp..masih aja kau sembunyi di balik hangatnya bulu-bulu kelinci,,..
Langganan:
Postingan (Atom)