Sebanyak 67 kitab kuno berumur ratusan tahun koleksi Masjid Agung
Solo, Jawa Tengah, dalam kondisi tidak terawat. Takmir masjid mengaku
tidak bisa merawat benda bersejarah itu karena kesulitan biaya.
Padahal, tidak sedikit di antara koleksi kitab kuno itu yang bernilai
tinggi. Antara lain, Al Quran yang ditulis tangan yang dibuat sekitar
tahun 1800-an, kitab berisi kumpulan hadis, dan kitab Ihya Ulumuddin
yang menggunakan huruf Arab gundul.
“Kami tidak memiliki biaya untuk merawatnya,” kata Sekretaris Takmir Masjid Agung Solo Abdul Basyid,.
Kitab-kitab kuno tersebut saat ini hanya ditumpuk begitu saja di
dalam sebuah lemari kaca yang ditempatkan di ruang perpustakaan masjid.
Menurut Basyid, hal itu sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan
sebelumnya. “Dulu, kitab-kitab itu hanya diletakkan di lantai di dalam
masjid,” katanya.
Basyid menyadari, tanpa perlakuan yang tepat lama-kelamaan
kitab-kitab kuno tersebut akan rusak,mengingat usianya rata-rata sudah
sangat tua.
Dahulu, ujar Basyid, pernah salah satu perguruan tinggi di Solo yang
menawarkan kerja sama untuk merawat kitab-kitab warisan para pendiri
Masjid Agung. Tetapi, ternyata biaya yang harus dikeluarkan untuk itu
sangat tinggi. Akibatnya, rencana kerja sama itu pun kandas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar